Berkat desakan dan dorongan beberapa teman, terutama Fitrah Anugrah teman yang pernah senasib, (dulu dia paling sering ngungsi di kos-anku, cari ketenangan, cari teman ngobrol dan cari yll)
Kabar Untuk Ibu
Ibu, ini kabar terakhirku
sekujur tubuh telah terluka
tapi tak juga aku berhenti
karena tak aku ingin meratapi
kekalahan demi kekalahan pada setiap peperanganku
Ibu, aku tak bosan terasing sendirian
Bertempur tak berkesudahan
Mendengar genderang musuh terus ditabuh
Meski aku tak mampu lagi ayunkan pedang
Ibu, tak lama lagi aku akan pulang
Nyanyi rindu yang selalu kau lantunkan
mengalahkan suara meriam dan desing peluru memburu
Ibu, aku hanya ingin bersimpuh dipangkuanmu
Larut dalam belaian lembut
Lelap dalam dekapanmu
Biarlah perang tetap berjalan
tanpa aku tahu siapa bertahan
satu saja permintaanku
semoga telah engkau siapkan beberapa lembar kain kafan
Tarakan Akhir April 2009
(puisi ini dikutip dari Facebook Budaya dan Sastra Tarakan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar